Marsigit Daya Matematika 2020 - Melania : Refleksi ke-9 : Berdaya Matematika dalam Pemahaman Matematis dengan Pembelajaran Online

Berdaya Matematika dengan Pembelajaran Online Terkait Pemahaman Matematis


Pemahaman konsep siswa merupakan salah satu aspek yang dibutuhkan siswa dalam pembelajaran matematika. Dengan kemampuan pemahaman konsep membuat siswa lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan karena siswa akan mampu mengaitkan dan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan konsep yang telah dipahaminya. Sebaliknya, jika siswa kurang memahami suatu konsep yang diberikan siswa akan cenderung mengalami kesulitan dalam menggunakan dan memilih prosedur tertentu dalam mengaplikasikan konsep dan algoritma pemecahan masalah. Sebagaimana prinsip pembelajaran yang dianjurkan oleh National Council of Teachers of Mathematics (NCTM, 2000: 11) bahwa, student must learn mathematics with understanding, actively building new knowledge from experience and prior knowledge. Maksudnya, dalam belajar matematika siswa harus memiliki pemahaman, secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.
Pemahaman konsep dalam pelajaran matematika juga merupakan dasar untuk melanjutkan ke materi yang selanjutnya. Apabila seorang siswa memahami konsep dasar dalam poses pembelajaran matematika, maka untuk tahap selanjutnya akan lebih mudah. Sebab matematika merupakan mata pelajaran yang saling terkait satu dengan yang lainnya dan tidak dapat dipisah-pisahkan serta memiliki urutan tertentu. Sehingga dapat dikatakan bahwa konsep yang satu berkaitan dengan konsep yang lainnya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 mengenai standar isi mata pelajaran matematika untuk semua jenjang pendidikan dasar dan menengah, salah satu tujuan pembelajaran matematika adalah agar perserta didik memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
Pembelajaran pencapaian konsep tentunya memiliki dampak. Dampak utama dari pembelajaran pencapaian konsep adalah siswa memperoleh konsep sebagai salah satu bagian dari objek pengetahuan (Ratumanan, 2015: 135). Dengan demikian, dampak dari model pembelajaran pencapaian konsep adalah penguasaan akademik atau materi pembelajaran. Siswa dapat menguasai materi pembelajaran dengan baik, karena di dalam pembelajaran terjadi proses pengkontrasan, membandingkan antara contoh dan bukan contoh. Hal ini berdampak selain siswa dapat menjelaskan makna (definisi) konsep yang dibahas juga dapat membedakan secara jelas mana contoh konsep dan mana yang bukan contoh.
Dampak lain dari pembelajaran pencapaian konsep tergantung pula pada bagaimana proses pembelajaran dilakukan. Terdapat dua cara mengajarkan konsep yakni yang pertama mengamati contoh dan bukan contoh serta yang kedua adalah memberikan definisi. Pada cara kedua, guru lebih aktif menjelaskan, sedangkan siswa pasif mendengarkan dan merespon pertanyaan guru. Sedangkan pada cara pertama, peran siswa lebih luas. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan mengidentifikasi atribut pada konsep dan selanjutnya membangun pengertiannya mengenai konsep yang dibahas. Di dalam pembelajaran matematika tentunya diperlukan kemampuan pemahaman matematis. Kemampuan pemahaman matematis adalah kemampuan menyerap dan memahami ide-ide matematika.
Agar pemahaman konsep siswa dapat berkembang, maka diperlukan pula tahapan-tahapan pembelajaran yang dapat mendukung pemahaman terhadap materi yang sedang dipelajari. Di dalam pembelajaran pencapaian konsep memiliki langkah-langkah yang menjadi ciri khasnya dalam proses pembelajaran. Joice, Weil, dan Calhoun (dalam Ratumanan, 2015: 137) mendeskripsikan adanya tiga tahap dalam kegiatan inti pembelajaran pencapaian konsep, yaitu penyajian data dan identifikasi konsep; pengujian pencapaian konsep; serta analisis-analisis strategi berpikir.

Langkah-langkah pembelajaran pencapaian konsep tersebut perlu digunakan di dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai pemahaman konsep siswa dalam matematika bukanlah suatu hal yang mudah karena pemahaman terhadap suatu konsep matematika dilakukan secara individual. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda dalam memahami konsep–konsep matematika. Sehingga, peningkatan pemahaman konsep matematika perlu diupayakan demi keberhasilan siswa dalam belajar. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut, guru dituntut untuk profesional dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu mendesain pembelajaran matematika dengan model, metode, teori atau pendekatan yang mampu menjadikan siswa sebagai subjek belajar bukan lagi objek belajar. 
Bagaimana jika pembelajaran dilakukan secara onlien dimana ada jarak yang menghalangi anatar pemberi materi dan penerima materi? Apakah akan berdampak baik pada pemahaman konsep siswa? Dalam pembelajaran matematika secara online tentunya salah satu kemampuan yang diharakan tercapai tidak terlepas dari pemahaman konsep matematis siswa sendiri. Di era digital ini, pastilah siswa sudah melek tekologi sehingga seharusnya pembelajaran onlinepun dapat dilaksanakan. 

Refernsi:

National Council of Teachers of Mathematics. (2000). Principles and Standards for School Mathematics. USA: NCTM

T. G.Ratumanan. (2015). Inovasi Pembelajaran Mengembangkan Kompetensi Peserta Didik Secara Optimal. Yogyakarta : Penerbit Ombak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marsigit Daya Matematika 2020 Melania : Refleksi ke-6 : Landasan Filsafat Kurikulum

Marsigit 2020 Daya Matematika - Melania | Refleksi ke-1 : Mengenal "Fallibism"